Warning: include_once(framework/qode-framework.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/maparini/public_html/wp-content/themes/bridge/functions.php on line 46

Warning: include_once(): Failed opening 'framework/qode-framework.php' for inclusion (include_path='.:/usr/lib/php:/usr/local/lib/php') in /home/maparini/public_html/wp-content/themes/bridge/functions.php on line 46
Maparin | Maparin 14: Kenapa Ikan? Kata Bu Susi ikan buat kita sehat dan cerdas ;)
Recent Posts

Maparin 14: Kenapa Ikan? Kata Bu Susi ikan buat kita sehat dan cerdas ;)

21 Feb Maparin 14: Kenapa Ikan? Kata Bu Susi ikan buat kita sehat dan cerdas ;)

Alhamdulillah ini sudah bulan ke-14 dan kami masih terus percaya, bahwa akan selalu ada banyak kebahagiaan yang bisa dibagi lewat sepiring nasi 😊. Sudah bersyukur hari ini? Itu yang mungkin harus selalu diingat oleh kami yang masih bisa makan tiga hari sekali. Apakah makanan yang kita makan, memang sudah tak bersisa? Bulan ini kami kembali untuk datang di Taman yang penuh dengan energi positif, Kandaga Puspa. Kali ini kami ingin berbagi ikan bakar spesial untuk yang ada di sana. Kenapa ikan? Kata Bu Susi ikan buat kita sehat dan cerdas 😉

  

Saat maparin tuangeun beberapa bulan lalu, ada seorang bapak paruh baya yang bercerita bahwa ia belum makan sejak pagi. Alasannya “sederhana”; Ia tidak memiliki lembaran rupiah yang bisa ditukar dengan satu porsi nasi, karena belum ada satupun yang memakai jasanya hari itu.

Di bulan lainnya, seorang Bapak, menikmati makan siang yang kami sajikan hanya dengan nasi dan kuah gulai. Dengan sedikit ragu ia meminta plastik untuk membungkus daging-daging yang tak ia makan, untuk dibawa pulang agar anak dan istrinya bisa merasakan; gulai sapi.

Mungkin penjual balon, petugas parkir, pedagang asongan lain punya cerita yang bisa membuat kita diam saja jika mendengarnya. Diam karena malu, diam karena tidak tau harus menanggapi ceritanya dengan kalimat yang seperti apa.

 

Bapak ini matanya berkaca-kaca setelah menuntaskan santap siangnya di bawah rindang pepohonan Taman Kandaga Puspa, “Makasih ya Neng, Bapak doain semoga sehat terus. Duh, buat saya yang lagi laper gini, ini teh rezeki pisan.” Bapak ini, bekerja sebagai tukang pijat. Beliau biasa mangkal di sekitar taman untuk menawarkan jasanya. Beliau tidak memiliki ponsel. Sayang sekali, padahal alat itu sangat bisa menunjang ikhtiarnya. Rumah beliau terletak di Tamansari; punya anak 4 dan 1 cucu, “Seneng Neng punya cucu, alhamdulillah,” matanya kini berbinar-binar.

Sebelum pulang, Bapak ini kembali mengungkapkan betapa senangnya beliau menyantap seporsi nasi dan ikan bakar, “Saya mah dukung pisan gerakan yang kayak gini. Orang-orang pada jauh-jauh mikirin yang ada Rohingya, tapi di sini juga masih banyak yang sengsara. Kan kita juga sama-sama manusia.” Iya Pak, terima kasih ya sudah berkunjung dan berbagi cerita 🙏

No Comments

Post A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.