Warning: include_once(framework/qode-framework.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/maparini/public_html/wp-content/themes/bridge/functions.php on line 46

Warning: include_once(): Failed opening 'framework/qode-framework.php' for inclusion (include_path='.:/usr/lib/php:/usr/local/lib/php') in /home/maparini/public_html/wp-content/themes/bridge/functions.php on line 46
Maparin | administrator
Recent Posts

Author: administrator

01 Jul Taman Kandaga Puspa Kembali Menjadi Spot Maparin Tuangeun 6.0

Alhamdulillah 100 porsi Nasi Padang beserta kudapan dan buah-buahan sudah kita bagikan pada hari Sabtu (21/01/17) di Taman Kandaga Puspa Bandung. Sedikit kami akan bercerita, pertama kali kami kesini (Maparin Tuangeun 3.0), susah sekali mengajak tukang becak, pemilik kuda, pedagang kaki lima untuk makan siang. Sampai kami harus berpindah tempat mendekati pagar taman agar bisa menyakinkan mereka bahwa kami benar menyediakan makan siang gratis. Tetapi, kemarin, beberapa diantaranya sudah mengenali kami, pun juru parkir yang membantu kami membawa banyak keperluan. Bahkan ada yang menegur salah satu diantara kami dan mengajukan diri dengan senyum malu "neng, nanti saya mau ikut makan ya.."   Sekali lagi, kami ucapkan banyak terimakasih untuk teman-teman yang sudah mendukung Maparin Tuangeun 6.0. Semoga, segala bentuk bantuan waktu, dana, juga tenaga, dibalas dengan kebaikan dan rezeki yang berlipat dari Allah SWT. Akhir kata, karena berbagi itu keren, mari kita #MenularkanKebaikan, dan semoga kita bisa bertemu lagi di Maparin Tuangeun 7 bulan Pebruari nanti. dibawah ini via Sorasoca Untuk bergabung dalam kegiatan ini mereka tinggal datang ke tempat yang sudah ditetapkan dengan membawa makanan. Jumlahnya pun tidak ditentukan berapa banyak mereka harus membawa. Bahkan yang ingin ikut membantu tenaga pun bisa ikut bergabung. “Kalau ada yang mau ikutan tinggal datang aja pas hari-H. Biasanya yang ikutan juga sekalian mereka yang ingin menyumbang makanan seperti buah-buahan atau cemilan,” tambah Ane. Selain itu, jika kamu adalah orang baru,bisa mengunjungi kbif.net/menularkankebaikan/ untuk mencari tahu seperti apa kegiatan itu. “Karena kemarin ada yang bertanya di sosial media, jadi kita bikin semacam form buat yang ingin bergabung,” jelasnya. Berbeda dengan komunitas pada umumnya, komunitas ini tidak berstruktur. Setiap akan berkegiatan,siapa saja bisa terlibat. “Selama ini kalau pas hari H semua bekerja sesuai tugasnya. Mungkin ke depannya setiap orang bakal ada tugasnya masing-masing dan bergantian tiap bulannya,” katanya. ...

Read More

01 Jul Maparin Tuangeun 5.1 Banyak Yang Menularkan Kebaikan di Taman Cibeunying

Alhamdulillah, Acara maparin 5 di taman cibeunying lancar jaya pada hari Sabtu (24/12/16) lalu. 65 porsi nasi gudeg, telur, ati-ampela, buah dan paket kudapan yang habis dalam satu jam. ternyata personil kami masih kurang banyak, jadi tadi berasa banget hebohnya melayani bapak juru parkir, tukang koran keliling, penjual balon, pedagang kerupuk gurilem dan semua yang antri makan. tapi tetap bersyukur dan bahagia sekali melihat yang tersenyum senang setelah menyantap makan siang, alhamdulillah. terimakasih untuk semua temans yang sudah urun bantu di #maparintuangeun lima ya.   Volunteer #menularkankebaikan siap menyajikan makanan dan kudapan bapak juru parkir, tukang koran keliling, penjual balon sedang menyantap hidangan Sewaktu #maparintuangeun 5.1 kita ketemu abah penjual balon, semoga hidangan yang kami sajikan dapat memberikan kebahagian untuk abah, sehat selalu ya abah, agar kita dapat bertemu di #maparintuangeun selanjutnya. banyak yang bertanya, gimana caranya berpartisipasi untuk #maparintuangeun? temans bisa membantu kami lewat donasi, urun bantu tenaga saat hari H, bisa juga dengan membawa buah segar atau kudapan manis seperti ini, Ayo menjadi volunteer atau donatur #menularkankebaikan di maparin tuangeun. Jazzakumullah khaitran katsiran , Insyaallah kita bertemu di maparin 6.0, bulan januari....

Read More

01 Jul Maparin Kaulinan bareng TK Nurul Hidayah Kampung Cijambe, Karangpawitan

Selasa (5/12), Hari ini beberapa teman dari #KBIFPeduli melakukan perjalanan pagi dari Kota Bandung menuju Kota Garut, tepatnya ke TK Nurul Hidayah Kampung Cijambe, Desa Jatisari, Karangpawitan. Disana kami berbagi mainan dan bermain bersama adik-adik kecil yang sangat gembira. kami percaya, bermain adalah pekerjaan utama anak-anak, bermain membantu mereka melambungkan imajinasi dan kreativitasnya. Terimakasih kepada semua temans yang sudah urun bantu mewujudkan kegiatan hari ini. semoga apa yang kita lakukan hari ini menebar banyak manfaat untuk anak-anak TK Nurul Hidayah. Sampai ketemu di kegiatan #MaparinKaulinan selanjutnya!...

Read More

01 Jul Menebar Kebaikan Di Taman Fotografi

Maparin Tuangeun edisi ke-4 berada di taman fotografi dan berbagi nasi tutug oncom, sebelum kesana, Kali ini kami ingin mengutip dari sebuah artikel kerabat sahabat dan juga merupakan teman seperjuangan saat di himpunan mahasiswa, beliau merupakan pribadi yang baik dan juga salah satu pencetus gerakan #maparintuangeun ini yaitu @ajengsekar cekidot ! saya mungkin satu dari sedikit orang yang mendukung terlaksananya kegiatan masa orientasi, ospek atau malam silaturahmi atau apapun itu istilahnya. kegiatan yang jadi momok bagi sebagian besar (maha)siswa baru sekaligus kegiatan yang banyak jadi sorotan beberapa tahun belakangan ini, sampai pada akhirnya diterapkan kebijakan untuk menghapus segala jenis kegiatan sejenisnya di berbagai jenjang pendidikan. saya tidak tau, mahasiswa baru masa kini harus bergembira atau bersedih karena akan kehilangan momen-nostalgia-paling-tak-ada-habisnya untuk diceritakan ulang. nostalgia itu berwujud tidur tidak enak, bangun tengah malam, gelap dengan hanya berbekal senter seadanya, berjalan di jalan setapak yang belum pernah kita lewati sebelumnya, hujan, licin, dingin, dibentak-bentak pula. lengkap sudah derita. belum lagi kalau ada rekan satu kelompok yang berpita kuning atau yang perlu diperlakukan dengan hati-hati. kami-kami yang tidak berpita dan tidak perlu diperlakukan secara khusus ini pastilah menanggung derita lebih dari yang lainnya hahahahaha. duh, rasanya saat itu ingin segera ada dirumah (lagi), atau bahkan ingin segera melompat ke satu hari berikutnya. duduk di kantin dengan jaket himpunan dan pakaian kering sambil menyantap mie instan adalah mimpi paling indah sebagian besar peserta malam itu. tapi percaya deh, malam yang dulu paling ingin cepat kita lalui itu, akan jadi malam yang seru untuk diceritakan berkali-kali sampai belasan tahun kemudian. beberapa hari yang dulu terasa menyebalkan sekali akan jadi hari-hari paling membahagiakan ketika diceritakan lagi. tentang betapa polos dan lugunya kita saat itu, tentang betapa baik senior-senior berbadan besar dan bersuara lantang, yang tiap bertemu selalu mengajak push up minimal dua seri dengan alasan agar kami tidak merasa kedinginan *salim senior*, tentang cinta lokasi *uhuk*, tentang lampu pertromak yang susah sekali menyala, tentang betapa lelahnya panitia berlari keluar masuk hutan demi mengantar tandu untuk mengangkut peserta. sampai sebagian besar teman himpunan saya dulu sepakat bahwa istirahat dan tidur paling nikmat adalah tidur sepulang acara malam silaturahmi. ya karena memang acara tersebut sangat menguras tenaga, terlebih sebagai panitia selain lelah secara fisik, kami juga punya tanggung jawab psikis, kepada dosen pembina, orangtua dan keselamatan adik-adik mahasiswa baru yang kami "ajak" mengikuti malam silaturahmi. selama bertahun-tahun saya setuju dengan pernyataan itu, sampai akhirnya berganti setelah saya merasakan dua kali melahirkan, maaf gais, tapi ternyata sekarang, tidur paling nikmat adalah tidur selepas proses melahirkan :p sekarang sudah belasan tahun berlalu, tanpa malam silaturahmi, mungkin saya tidak akan bertemu banyak orang-orang baik seperti mereka. tanpa ruang himpunan yang berukuran tidak lebih dari sembilan meter persegi dulu, mungkin tidak pernah terjalin benang merah yang selalu membuat kami merasa dekat dan terhubung. selalu ada cerita seru untuk diceritakan ulang ketika bertemu. dan saya percaya, salah satu hal yang paling membuat bahagia adalah punya teman-teman yang selalu menularkan kegembiraan dan semangat. terimakasih kalian, terimakasih karena selalu mengisi amunisi tenaga dengan positive vibes dan tawa bahagia. ten years and still counting woohoo! semoga kita bisa terus berteman, saling mengingatkan untuk selalu berbagi dan terus menebar kebaikan. aamiiin.   Terimakasih @ajengsekar bersedia mengisi kutipan disini, dan menginspirasi dengan gerakan maparintuangeun yang insyaallah terus berjalan dan makin banyak orang baik yang ingin menebarkan kebaikan. Alhamdulilah sabtu kemarin, kami mengulang #maparintuangeun untuk ke-empat kalinya. dengan personil yang jauh lebih banyak dan kebahagiaan yang makin berlipat. alhamdulillah.  terimakasih teman-teman yang sudah mendukung #maparintuangeun. menyumbang waktu, dana, juga tenaga, mengirimkan banyak sekali kudapan dan buah. yang akhirnya membuat kami semakin percaya, orang -orang berhati baik masih banyak sekali jumlahnya sampai ketemu lagi di #maparintuangeun lima, desember nanti ya foto by @nrspyn Thanks story by @ajengsekar...

Read More

30 Jun Maparin Tuangeun 3 berbagi Nasi Bakar di Taman Kandaga Puspa

coba deh, apa rasanya kita kalau tiba-tiba ditraktir makan siang sama teman? pasti seneng banget kan? nah, gimana kalau kita praktekin ke orang-orang yang kita temui dijalan. Penjual balon, tukang kuda (kusir) pedagang asongan, penjual siomay, cuanki, tukang koran, petugas kebersihan taman, pemulung, tukang becak, kita tawarin makan siang gratis. bisa gak bayangin gimana bahagianya mereka? :) Awal mula kami tak memiliki apa-apa tapi kami memiliki niat untuk memberi kepada sesama. Alhamdulillah, ternyata kegiatan kali ini kami berada di Taman Kandaga Puspa untuk bertegur sapa, santai riang gembira sambil memberikan nasi bakar kepada yang berhak secara cuma-cuma yang insya allah terus berjalan ini kami memiliki tabungan yang tak terkira datangnya. “Apapun harta yang kalian infakkan maka Allah pasti akan menggantikannya, dan Dia adalah sebaik-baik pemberi rezeki“. (QS. Saba ayat 39). Doakan kami ya, semoga Insya Allah kami senantiasa diberikan kesehatan untuk tetap memberikan kebaikan, menebar kebahagian, dan menjalankan kegiatan. #maparintuangeun atau memberi makan dalam bahasa indonesia, lahir dari keyakinan kami, bahwa berbagi kebaikan dan kebahagiaan bisa dilakukan dengan cara-cara sederhana. sebanyak lebih dari 50 porsi makan siang, buah dan kudapan disajikan untuk diberikan secara cuma-cuma pada kegiatan yang berlangsung setiap bulan di taman-taman kota bandung. terimakasih teman-teman yang sudah mendukung maparin tuangeun. menyumbang waktu, dana, juga tenaga, mengirimkan banyak sekali kudapan dan buah. yang akhirnya membuat kami semakin percaya, orang -orang berhati baik masih banyak sekali jumlahnya sampai jumpa di maparin tuangeun selanjutnya :) Kutipan tulisan by @ajengsekar , @dudepanai Foto by @nrspyn...

Read More

30 Jun Maparin Tuangeun 3 berbagi Nasi Bakar di Taman Kandaga Puspa

coba deh, apa rasanya kita kalau tiba-tiba ditraktir makan siang sama teman? pasti seneng banget kan? nah, gimana kalau kita praktekin ke orang-orang yang kita temui dijalan. Penjual balon, tukang kuda (kusir) pedagang asongan, penjual siomay, cuanki, tukang koran, petugas kebersihan taman, pemulung, tukang becak, kita tawarin makan siang gratis. bisa gak bayangin gimana bahagianya mereka? :) Awal mula kami tak memiliki apa-apa tapi kami memiliki niat untuk memberi kepada sesama. Alhamdulillah, ternyata kegiatan kali ini kami berada di Taman Kandaga Puspa untuk bertegur sapa, santai riang gembira sambil memberikan nasi bakar kepada yang berhak secara cuma-cuma yang insya allah terus berjalan ini kami memiliki tabungan yang tak terkira datangnya. “Apapun harta yang kalian infakkan maka Allah pasti akan menggantikannya, dan Dia adalah sebaik-baik pemberi rezeki“. (QS. Saba ayat 39). Doakan kami ya, semoga Insya Allah kami senantiasa diberikan kesehatan untuk tetap memberikan kebaikan, menebar kebahagian, dan menjalankan kegiatan. #maparintuangeun atau memberi makan dalam bahasa indonesia, lahir dari keyakinan kami, bahwa berbagi kebaikan dan kebahagiaan bisa dilakukan dengan cara-cara sederhana. sebanyak lebih dari 50 porsi makan siang, buah dan kudapan disajikan untuk diberikan secara cuma-cuma pada kegiatan yang berlangsung setiap bulan di taman-taman kota bandung. terimakasih teman-teman yang sudah mendukung maparin tuangeun. menyumbang waktu, dana, juga tenaga, mengirimkan banyak sekali kudapan dan buah. yang akhirnya membuat kami semakin percaya, orang -orang berhati baik masih banyak sekali jumlahnya sampai jumpa di maparin tuangeun selanjutnya :) Kutipan tulisan by @ajengsekar , @dudepanai Foto by @nrspyn...

Read More

30 Jun Berbagi Opor Bersama Kaum Dhuafa Sekitar Taman Maluku

pertengahan september lalu, kami kembali mengadakan maparin tuangeun yang kedua. setelah bulan lalu "tayang perdana" di taman cibeunying, kali ini taman maluku menjadi tempat tujuan kedua maparin tuangeun. sama seperti bulan lalu, maparin tuangeun september ini kami laksanakan tanpa tatap muka untuk merumuskan persiapannya. segala bentuk koordinasi kami lakukan melalui aplikasi pesan berkelompok, mulai dari diskusi tempat sampai membagi tanggung jawab dan tugas-tugas kecil, sebagai petugas pembawa ember dan alat cuci, air mineral dalam galon, buah, kudapan, meja lipat, tikar, gelas, kompor portable dan yang paling utama : makanan dan perlengkapannya. karena pelaksanaan maparin tuangeun kemarin dekat dengan idul adha, salah satu hari besar umat islam yang biasanya dirayakan dengan menu makanan yang khas, maka kami memilih menu yang terbilang nekat: ketupat dan opor ayam. menu berkuah yang mengharuskan kami membawa perlengkapan makan lebih niat dari sebelumnya. kalau saat maparin tuangeun yang pertama, kami cukup membawa piring rotan dan alas daun, kemarin kami membawa piring kaca lengkap dengan sendok garpu, ember dan perlengkapan cucinya. maklum, piring yang kami pinjam berjumlah seadanya, membuat kami harus segera mencuci untuk sesi makan selanjutnya. beberapa teman bertanya, kenapa kami tidak memesan saja makanan yang terbungkus untuk kemudian membagikannya, tentu akan jauh lebih mudah, praktis, cenderung menghemat waktu dan tenaga pula. tapi kalau boleh bercerita, sebenarnya maparin tuangeun lahir dari keinginan sederhana kami untuk melayani. mengajak tunawisma dan dhuafa untuk duduk bersama, mempersilakan mereka beristirahat sambil menikmati makanan, kudapan dan buah-buahan yang kami sajikan. rasanya waktu dan tenaga yang diperlukan tidak sebanding dengan banyak hal membahagiakan yang kami dapat dari melayani, tentu akan berbeda sekali rasanya jika kami sekedar membagikan bungkusan nasi meski dengan lauk pauk dan buah yang sama lengkapnya. maparin tuangeun membuktikan kepada saya bahwa masih banyak orang yang tak segan berbagi kebaikan. banyak respon positif yang saya dapat, banyak sekali teman-teman yang ikut menyumbang waktu, berkontribusi dengan tenaga juga yang dengan ikhlas menyisihkan sebagaian dana. terimakasih banyak ya temans! harapan terbesar saya tetap sama, semoga kebaikan kecil ini bisa menular, melahirkan kebaikan lainnya, menginspirasi banyak orang untuk melakukan hal serupa. percaya atau tidak, efek besar kegiatan ini sebenarnya adalah untuk kita sendiri, semacam  pengingat: there is always, aways, always something to be thankful for. betul kan? (CW-  @jengsekar)       foto hasil jepretan teman kami nrspyn...

Read More

30 Jun Maparin Tuangeun #2 – Berbagi Opor

Buat kita yang beruntung, ingin makan ketupat opor dan sambel goreng kentang tentu bukan perkara susah. kalau jago masak, tinggal datang kepasar, beli semua keperluannya lalu masak dan bisa tersaji di meja dalam hitungan jam. untuk yang tidak mau repot, cukup datang ke warung makan terdekat, pilih menu kemudian tukar dengan beberapa lembar uang lima ribuan. atau buat yang menjadikan menu ini sebagai makanan "sakral" hari raya, tinggal tunggu jadwal tayangnya. setahun dua kali; idul fitri dan idul adha. maka persoalan selesai. tapi, pernahkah terfikir ada banyak orang diluar sana, yang bermimpi makan oporpun tidak berani? mereka, mungkin diantaranya para dhuafa dan tunawisma yang setiap hari makan dengan lauk pauk seadanya, secukupnya. jadi ayo! kita ajak mereka "lebaran" duluan dengan berbagi ketupat opor, sambal goreng kentang, teh hangat dan jeruk manis di KBIF Maparin Tuangeun #2. Apa sih Maparin Tuangeun? Maparin Tuangeun atau (/mem.be.ri/ ma.kan/) dalam bahasa indonesia adalah sebuah kegiatan IF PEDULI yang ditujukan untuk para dhuafa. Maparin Tuangeun lahir dari keinginan melakukan kegiatan sederhana yang bisa menginspirasi orang untuk berbuat baik. Venue : di sekitaran Saparua Park Bandung Date : Sabtu, 10 September 2016 Time : 11.00 WIB – Wareug Silahkan menghubungi Ane (IF09) – 082121401875 Ajeng (IF04) – 081809044442 Bagi yang bersedia memberi tambahan dukungan berupa Tenaga, Donasi Sumbangan, Peralatan atau lainnya....

Read More

30 Jun Kebaikan Kecil Maparin Tuangeun #1

kira-kira bulan juli lalu, seorang teman di beranda facebook membagikan tautan tentang program rutin yang diadakan sekolah relawan, nama kegiatannya free food car, tautan dan informasi selengkapnya bisa di baca disini. jujur saja, ketika pertama kali melihat dan membaca tentang kegiatan ini, yang pertama ada dipikiran saya cuma satu kata; keren! dan langsung terpikir untuk melempar ide ini ke beberapa teman. kebetulan keluarga besar himpunan tempat saya bernaung saat masih berstatus mahasiswa dulu masih rutin mengumpulkan kas/donasi yang digunakan untuk berkegiatan sosial. hanya saja karena kami sudah bukan pemilik waktu bebas seperti sepuluh tahun lalu, kami tidak pernah berhasil mengadakan kegiatan rutin bulanan. belajar dari pengalaman tersebut akhirnya kami membuat syarat untuk kegiatan sosial; yang pertama tentu harus bermanfaat, syarat selanjutnya adalah yang bisa terselenggara dengan persiapan mudah, dalam artian semua dapat dikoordinasikan tanpa perlu bertatap muka. karena memang harus sadar diri, masing-masing dari kami bukan lagi anak kuliahan yang bisa dengan mudah bolos kelas algoritma atau pemograman dasar untuk sekedar nongkrong di kantin dan merencakan sebuah event seminar. setelah melalui beberapa hari penuh diskusi akhirnya maparin tuangeun lahir sebagai nama kegiatan yang insyaallah akan rutin kami laksanakan. maparin tuangeun diambil dari bahasa sunda yang artinya memberi makan (secara cuma-cuma). sesuai kesepakatan awal, kami hanya berkoordinasi melalui aplikasi pesan grup untuk saling berbagi tugas saat hari H. sampai singkat cerita, maparin tuangeun yang pertama berhasil terlaksana. sabtu, 13 agustus 2016 lalu kami membuka "lapak" makan gratis untuk dhuafa dan fakir miskin di taman cibeunying. sekitar 50 lebih porsi nasi beserta lauk pauk dan buah tersedia. sasaran kami siapa saja, petugas kebersihan taman, tukang siomay, pedagang asongan, juru parkir, penjual balon, pun pengumpul sampah.   rasanya bahagia sekali ketika seorang bapak penjual jasa perbaikan sofa keliling bercerita bahwa bertemu kami adalah rejeki tak terduga, sedari tadi menahan lapar karena belum ada satupun yang memakai jasanya hari itu. atau ketika melihat dua pengumpul sampah yang duduk melepas lelah sambil mengupas jeruk dan saling bertukar cerita. atau ketika seorang bapak yang mendorong gerobak tuanya, menghampiri kami dengan malu-malu memastikan kami tidak akan memungut biaya untuk seporsi nasi yang akan disantapnya. juga seorang bapak paruh baya yang "memarkir" balon dagangannya, tersenyum pada kami sambil berkali-kali mengucap terimakasih.     fa-biayyi alaa'i rabbi kuma tukadzdzi ban. maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? ada rasa syukur yang berkali-kali kami ucapkan dalam hati, juga ada kebahagian besar yang kami bawa pulang sebagai buah tangan hari itu. sungguh kami percaya, kebaikan sekecil apapun akan menular dan melahirkan kebaikan lainnya. doakan kami bisa rutin menebar kebaikan ini setiap bulannya, agar bisa mendulang bahagia dari senyum ramah dibalik kerut-kerut wajah tua dan lelah yang kami temui di jalan :). (CW - @jengsekar) (foto by @nrspyn)...

Read More