Warning: include_once(framework/qode-framework.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/maparini/public_html/wp-content/themes/bridge/functions.php on line 46

Warning: include_once(): Failed opening 'framework/qode-framework.php' for inclusion (include_path='.:/usr/lib/php:/usr/local/lib/php') in /home/maparini/public_html/wp-content/themes/bridge/functions.php on line 46
Maparin | Blog Page
Recent Posts

Blog Page

25 Feb Berbagi Nasi Uduk di Maparin Tuangeun 16

Alhamdulillah Maparin Tuangeun ke-16 kali ini kami sudah membagikan 100 porsi nasi uduk lengkap dengan ayam serundeng, telur dadar, dan kentang mustafa. Nyam! Gak lupa juga kudapan manis dan jus buah segarnya juga 🍹 Siang yang panas kali ini tidak mengurungkan niat kami untuk tetap semangat membagikan makanan yang spesial kepada Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang bekerja keras dan penuh rasa syukur. Buat kita mungkin "sekedar" makan siang biasa. Tapi untuk kebanyakan orang yang tidak seberuntung kita, mungkin ini adalah hal terbaik yang pernah mereka rasakan. Mereka menikmati setiap suap demi suap dan dalam hati berkata, Alhamdulillah. Bagi mereka esok bukan memikirkan akan makan dengan apa, tapi apakah besok kami akan makan? Sudah bersyukur kita hari ini? Ada pesan Rasulullah SAW  yang selalu kami ingat, beliau bersabda, “Tiga perkara siapa pun yang ada padanya, kelak akan dinaungi oleh Allah di bawah arsy-Nya, yaitu, berwudhu pada waktu cuaca dingin, mendatangi masjid meskipun gelap, dan memberi makan orang yang kelaparan.” (HR. Abu Muslim al-Ashbahani). Terima kasih teman baik yang sudah senantiasa membantu kami dalam setiap acara. Menyumbangkan waktu, tenaga, uang, dan juga doa! Semoga Tuhan YME membalas semua kebaikan kalian :)...

Read More

25 Feb Maparin 15: Ada Nasi Pecel Istimewa di Taman Buah Batu Bandung

Maparin Tuangeun yang ke-15 ini Alhamdulillah telah dibagikan dengan 110 porsi nasi pecel, ayam goreng, kudapan manis, buah dan es kelapa alpukat untuk pedagang asongan dan sopir truk. Semakin banyak #temanbaik yang bantu kami ini-itu, semakin banyak cerita dan tentu saja kegembiraan.      Sebelumnya pernahkah membayangkan, pada sebuah simpang jalan dari dan menuju kota Bandung ada lebih dari 70 pedagang asongan? Mereka yang setiap hari berada dijalan, berjualan macam rupa, apa saja, mengumpulkan rupiah-rupiah kecil yang mungkin bagi kita tidak terlalu besar artinya. Tapi di sebuah kamar kontrakan kecil, atau di kampung yang jauh dari bising kota, pasti ada anak-istri-keluarga yang hidupnya sangat bergantung dari apa yang diperjuangkan orang-orang hebat ini. Terima kasih untuk semua yang terus mendukung #maparintuangeun hingga kita bisa berjalan bersama-sama sampai sejauh ini. Untuk semua #temanbaik yang ikut berdonasi, mengirim doa, menyumbang waktu juga tenaga, Hatur Nuhun! 🙏 Sampai bertemu di #maparintuangeun ke-16 bulan November nanti ya. Salam semangat berbagi 💪  ...

Read More

21 Feb Maparin 14: Kenapa Ikan? Kata Bu Susi ikan buat kita sehat dan cerdas ;)

Alhamdulillah ini sudah bulan ke-14 dan kami masih terus percaya, bahwa akan selalu ada banyak kebahagiaan yang bisa dibagi lewat sepiring nasi 😊. Sudah bersyukur hari ini? Itu yang mungkin harus selalu diingat oleh kami yang masih bisa makan tiga hari sekali. Apakah makanan yang kita makan, memang sudah tak bersisa? Bulan ini kami kembali untuk datang di Taman yang penuh dengan energi positif, Kandaga Puspa. Kali ini kami ingin berbagi ikan bakar spesial untuk yang ada di sana. Kenapa ikan? Kata Bu Susi ikan buat kita sehat dan cerdas ;)    Saat maparin tuangeun beberapa bulan lalu, ada seorang bapak paruh baya yang bercerita bahwa ia belum makan sejak pagi. Alasannya "sederhana"; Ia tidak memiliki lembaran rupiah yang bisa ditukar dengan satu porsi nasi, karena belum ada satupun yang memakai jasanya hari itu. Di bulan lainnya, seorang Bapak, menikmati makan siang yang kami sajikan hanya dengan nasi dan kuah gulai. Dengan sedikit ragu ia meminta plastik untuk membungkus daging-daging yang tak ia makan, untuk dibawa pulang agar anak dan istrinya bisa merasakan; gulai sapi. Mungkin penjual balon, petugas parkir, pedagang asongan lain punya cerita yang bisa membuat kita diam saja jika mendengarnya. Diam karena malu, diam karena tidak tau harus menanggapi ceritanya dengan kalimat yang seperti apa.   Bapak ini matanya berkaca-kaca setelah menuntaskan santap siangnya di bawah rindang pepohonan Taman Kandaga Puspa, "Makasih ya Neng, Bapak doain semoga sehat terus. Duh, buat saya yang lagi laper gini, ini teh rezeki pisan." Bapak ini, bekerja sebagai tukang pijat. Beliau biasa mangkal di sekitar taman untuk menawarkan jasanya. Beliau tidak memiliki ponsel. Sayang sekali, padahal alat itu sangat bisa menunjang ikhtiarnya. Rumah beliau terletak di Tamansari; punya anak 4 dan 1 cucu, "Seneng Neng punya cucu, alhamdulillah," matanya kini berbinar-binar. Sebelum pulang, Bapak ini kembali mengungkapkan betapa senangnya beliau menyantap seporsi nasi dan ikan bakar, "Saya mah dukung pisan gerakan yang kayak gini. Orang-orang pada jauh-jauh mikirin yang ada Rohingya, tapi di sini juga masih banyak yang sengsara. Kan kita juga sama-sama manusia." Iya Pak, terima kasih ya sudah berkunjung dan berbagi cerita 🙏 ...

Read More

20 Jan Membagikan Nasi Soto Istimewa di Maparin 13

Mau tidak mau kami mengakui, hari ini, jadi #maparintuangeun tersepi yang pernah kami selenggarakan. Mungkin efek lokasi yang dekat dengan pusat acara karnaval, jadi taman ini tadi seolah "steril" 😶 Tak habis akal, 50an porsi makan siang, kudapan dan es pisang ijo akhirnya kami kemas dan kami bagikan untuk dhuafa dan tunawisma yang kami temui sepanjang perjalanan pulang 😊 Alhamdulillah, habis! Memang selalu ada cara untuk berbagi kebaikan, kan?    Yang spesial hari ini, kami kedatangan keluarga relawan ❤ Membawa banyak sekali kudapan, meringankan banyak sekali pekerjaan, dan tentu saja menambah seru suasana #maparintuangeun Terima kasih banyak Mbak Angi, @karangwangi, Mbak @rena1221, Malik dan @captainilham yang berulang tahun! Semoga gak kapok bantuin kita ya 🙏 Apa yang membuat hangat maparin tuangeun ke 13 kemarin? Melihat sepasang pengumpul sampah, duduk berlama-lama. Menikmati makan siang, menghabiskan segelas es, beberapa potong semangka dan kudapan manis. Seperti sedang mengambil jeda untuk kemudian melanjutkan kembali apa yang mereka sebut dengan perjalanan menyambung hidup. Terima Kasih semua teman baik Maparin Tuangeun! Jazakumullah. Doakan kami ya agar senantiasa sehat dan diberikan selalu rezeki. Aamiin...

Read More

20 Jan Nikmatnya Nasi Liwet Spesial di Maparin 12

Taman Simpang Buah Batu adalah salah satu simpang terpadat di kota Bandung, meski masih kalah bersaing dengan simpang Samsat, titik ini tetap menghubungkan banyak kawasan penting dari dan menuju kota Bandung. Selain pedagang asongan, daerah ini juga banyak dilewati banyak truk fuso dan container. Saat pertama kali kami menggelar #maparintuangeun disini, beberapa sopir truk yang melintas terlihat memperlambat laju kendaraan, memperhatikan kerumunan pedagang asongan yang sedang duduk untuk makan siang bersama. Jadi, beberapa hari lalu kami memutuskan menyiapkan beberapa paket kue untuk para supir truk besar yang melintas. Terima kasih Pak Polisi yang mengijinkan kami berdiri dipinggir trotoar untuk memberikan kue! ❤ dan bener deh, yang bikin bahagia banget hari ini salah satunya adalah; bisa dadah-dadah gembira sama para sopir truk besar. 😆   Hari ini tadi kami bertemu lagi dengan Yulia. Meski Rehan tidak ada, Yulia tetap datang bersama teman-temannya yang lain. Masih sama seperti saat pertama kali bertemu dulu, Yulia menghampiri kami dengan gembira, rambut ikalnya merah terbakar matahari, wajahnya kecoklatan, terlihat sangat bersahabat dengan debu dan keringat.  Kami sengaja membawa beberapa paket makanan cepat saji yang berhadiah mainan, demi melihat kebahagian berlipat dari anak-anak yang tumbuh besar bersama bising mesin kendaraan. Mereka duduk dan berjanji menghabiskan makananannya. Sesaat setelah memenuhi janjinya, mereka menghampiri kami sambil malu-malu berkata "kita mau mainan lagi.." 😄 Namanya Atep, kelas 5 sekolah dasar. Ia dan adiknya berjualan tisu, Ayah mereka penjual kopi keliling. Sementara Ibu ada dirumah menjaga adik kecilnya yang belum bisa berjalan. Setiap hari sepulang sekolah mereka berjualan. Atep bercerita, hari ini tadi sekolahnya pulang lebih cepat, karena hanya melihat jadwal pelajaran dan pembagian kelas saja "sekolahnya gratis, tapi kalau renang tetap harus bayar" Berbeda dengan yang lain, saat kami memberi kotak makan, Atep tidak langsung memakannya. Ia memasukkan kedalam tas, untuk kemudian memanggil Adri, adiknya (foto ke 3). Terima kasih yang sudah urun bantu kami! ❤ ...

Read More

26 Dec Indahnya Berbagi Paket Ramadan di Maparin Tuangeun 11

Berbeda dari #maparintuangeun sebelumnya, kali ini kami berbagi paket kecil Ramadan untuk Dhuafa dan Tunawisma dengan berkeliling kota. Kami sudah banyak mengajak teman-teman untuk ikut urun bantu dengan donasi paket kecil Ramadan. Karena semakin banyak paket yang bisa dibeli, akan semakin banyak dhuafa dan tunawisma yang bergembira menerimanya. Ramadan akan semakin berkah.  Alhamdulillah donasi yang terkumpul bisa untuk mewujudkan 121 paket kecil ramadan berisi makan dan minuman sehat, perlengkapan kebersihan, kaos dan uang tunai pada masing-masing paket 🌟 sudah siap dibagikan! Kali ini kami berkolaborasi dengan BaOng untuk membantu kami menyiapkan kaos-kaos lucu ke dalam paket. kemarin saya baru tau, jika hujan besar di dalam becak-becak ini ada pengayuhnya yang duduk berteduh. menutup semua becaknya dengan plastik agar tak terkena tampias air hujan. kemarin saya baru tau, dari semua pengayuh becak yang saya temui rata-rata berusia senja. kulitnya terbakar matahari, rambut dan janggutnya putih keperakan, tangan-tangan tuanya kering, terpahat beban yang setiap hari dibawanya. kemarin saya baru tau, melihat sorot mata tua dan kerut wajah yang tersenyum itu mengobati hati.  by: @ajengsekar Keseruan yang dimulai sejak pagi; timbang-timbang kurma, ngitungin jumlah barang yang gak beres-beres, belanja susulan, nyusun paket (yang ngitungnya diulang lagi juga 😆). Terima kasih buat teman-teman yang sudah membantu sehingga paket Ramadan kali ini berjalan lancar 🙏🌙. ”Katakanlah, ’Sungguh, Tuhanku melapangkan rezeki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya.’ Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi Rezeki yang terbaik.” (QS Saba, 34: 39)  ...

Read More

24 Dec Berbagi Nasi Uduk Spesial di Maparin 10

Yeay! Alhamdulillah Maparin 10.0 telah selesai dilaksanakan. Ada 100 porsi nasi uduk beserta lauk pauknya, buah-buahan, dan juga kudapan serta mendapat tambahan 125 porsi nasi pepes telah kami berikan kepada mereka yang membutuhkan.   Gadis kecil yang ada di foto ini, kemarin mengambil sepotong semangka dengan malu-malu. Ia duduk rapat disebelah ibunya sambil memperhatikan sekeliling dengan kaku. Berbeda dengan beberapa pedagang yang sudah beberapa kali kami temui di taman kandaga puspa, Ibu dan kedua anaknya ini baru kami temui kemarin. Sang ibu, mungkin memang baru mencoba mengumpulkan pundi rupiah dengan berjualan balon gas. Ini mungkin absurd, tapi saya terus berfikir dan gelisah. Jika indeks kebahagiaan masyarakat kota (katanya) bisa diukur, bisakah mereka dihitung sebagai sumbernya? :( Terima kasih kepada teman- teman relawan yang telah membantu kegiatan kami hari ini dan yang telah menyumbangkan rezeki maupun tenaganya. Tidak lupa kepada teman teman @official.oryzaquila , @sahabatsewog dan @farawayfromhomeid yang juga membantu membagikan bungkusan makanan. Terima kasih telah berbagi kebaikan bersama kami. Sampai ketemu di #maparintuangeun 11 bulan Ramadhan nanti, salam semangat berbagi 💪 Peluk cium 💋 📷 : @nrspyn ✏️ : @ajengsekar #maparintuangeun Mungkin tidak banyak yang bisa membayangkan seperti apa #maparintuangeun pada hari H. Apa yang kami -- para relawan bantu dan kerjakan, seperti apa suasana berbagi makan siang gratis di taman kota yang sudah 10 bulan berjalan.Video singkat ini sedikit menggambarkan suasana #maparintuangeun. Terimakasih karena energi berbagi dan dukungan dari teman-teman semua, membuat kami percaya #orangbaik di kota ini masih banyak sekali jumlahnya. Watch full on youtube! https://youtu.be/Iiy1Rm4JEhk Video by : @farawayfromhomeid https://youtu.be/Iiy1Rm4JEhk Satu hal yang harus kita renungkan dari kaos tim kami adalah "SEDEKAH DOESN'T MAKE YOU BECOME POOR" ...

Read More

24 Sep Maparin Tuangeun 9: Berbagi Nasi Gule di Taman Cibeunying

Ini kali ke-9 Maparin Tuangen diadakan. Kali ini kami membuat keputusan untuk memberikan makan istimewa untuk mereka, yaitu nasi gule sapi special. Bagi mereka itu terlihat istimewa, bagaimana tidak? Untuk makan daging saja mereka sudah berucap syukur. Alhamdulillah. Pernah terpikirkan bahwa setiap hari mereka tak menghentikan langkah untuk mencari nafkah. Makan atau tidak makan adalah sudah menjadi kehidupan yangharus mereka jalani.   Alhamdulillah tawa mereka lepas ketika kali ini kami menggelarkan tikar di Taman Cibeunying, 22 April 2017 lalu. Terlihat dari bagaimana mereka menyantap nasi gule yang mungkin akan jadi favorit mereka. Sembilan kali menggelar #maparintuangeun alhamdulillah selalu lancar. meskipun tentu saja, sembilan bulan berkeliling taman di kota bandung, tidak selalu menyisakan cerita indah 😁 Pernah ada yang bikin kapok? pernah. ada yang "tidak tepat sasaran"? tentu ada. 😊 Tapi sungguh ada lebih banyak cerita baik selama hampir satu tahun #maparintuangeun berjalan, yang selalu jadi energi berlipat untuk menebar kebaikan, bulan berikutnya. Kali ini kami kedatangan dua tamu istimewa pertama dari adik-adik pramuka di Kabupaten Bandung dan teman wartawan dari stasiun TV yang ingin sekali meliput kegiatan kami. Intinya kami ingin senantiasa berbagi kebaikan dan menularkannya dengan cara sederhana. Ternyata masih banyak teman baik yang mau berpartisipasi acara kami.  Liputannya bisa simak di sini: http://regional.liputan6.com/read/2931154/maparin-tuangeun-dari-taman-ke-taman-sambil-berbagi-makanan  Terima kasih. Semoga Allah membalas semua kebaikan kalian . Sampai jumpa di Maparin ke-10! ...

Read More

18 Sep Maparin Tuangeun 8.0: Ada Nasi Tumpeng Mini!

Buat kita yang beruntung, ingin makan nasi tumpeng lengkap dengan lauknya tentu bukan perkara susah. Kalau jago masak, tinggal datang kepasar, beli semua keperluannya lalu masak dan tersaji di meja dalam hitungan jam. Untuk yang tidak mau repot, cukup pesan dicatering, pilih variasi menunya kemudian tukar dengan beberapa uang lima puluh ribuan. Atau buat yang punya rekan kerja / kolega, tinggal tunggu jadwal ulang tahun salah satu rekan, maka persoalan selesai. Tapi, pernahkan terfikir ada banyak orang diluar sana, yang bermimpi makan nasi tumpeng pun tidak berani? mungkin diantaranya para dhuafa, anak jalanan dan tunawisma yang setiap hari makan dengan lauk pauk seadanya, secukupnya. Alhamdulillah tanggal 18 Maret 2017 walau hujan sempat melanda di bandung dari pagi tadi yang ternyata tidak menurunkan niat kami utk #menularkankebaikan di #maparintuangeun 8. Namun, pada siang hari Allah memberikan kami kesempatan untuk senantiasa berbagi. Hidangan dan kudapan kami sajikan tersebut habis dan kemudian kembali turun hujan. Dengan begitu kami dapat berkumpul bercengkrama sembari menyantap hidangan, bareng dengan para pedagang asongan, gerobakman dan temannya yg sering berlalulalang mencari nafkah di stopan yg saya tau sangat lama ini, walau hujan melanda, panas menyinari ataupun debu polusi yg bertebaran, mereka tetap teguh utk mencari nafkah.   Tak kala hebohnya Maparin kali ini, kita kedatangan rehan (baju biru) dan teman-temannya. Rehan sekarang duduk di bangku SD kelas 2. Sedangkan teman-temanya ada yg masih TK juga. Mereka berebut permen yang kami bagikan di satu plastik besar. Terlihat kebahagian dari mereka. Sampai ketemu lagi nanti dek adek semua. 👧🏻👦🏻 Terima kasih buat semua #temanbaik yang selalu suka cita membantu kami. Insyaallah kita bertemu lagi yah di maparintuangeun 9. Ada satu pesan yang membuat kami terenyuh seketita ketika membaca tulisan di jaket rompi para pedagang itu. "CARI NAFKAH TAK KENAL CAPEK" Sudahkan kita bersyukur hari ini? ...

Read More

15 Sep Berbagi Ayam Bakar di Maparin Tuangeun 7.0

Alhamdulillah hari ini 18 Febuari 2017 kami berbagi 200 porsi nasi ayam bakar, nasi boboko, kue, kudapan, buah segar, dan es cendol istimewa untuk para kaum dhuafa, musafir, dan fakir miskin di Taman Inklusi Bandung. Ada yang berbeda dengan Maparin Tuangeun 7.0 ini, kita juga kedatangan teman-teman Modern Vespa Bandung atau MoVe Bandung @movebandung yang dengan suka cita membantu kami untuk berkeliling dengan puluhan vespa berbagi makanan. Hatur nuhun buat kedatangan dan bantuannya ya! 🙌 \  Banyak yang bertanya, gimana caranya berpartisipasi untuk #maparintuangeun? temans bisa membantu kami lewat donasi, urun bantu tenaga dan waktu pada saat hari H, atau bisa juga dengan membawa buah segar atau kudapan manis seperti ini. Ayo menjadi volunteer atau donatur #menularkankebaikan di maparin tuangeun. Silakan mengunjungi http://maparin.id/menularkankebaikan/ :D   Terima kasih juga buat teman-teman relawan dan teman-teman yang sudah ikut berdonasi waktu, tenaga, uang, dan doa. Semoga kami senantiasa diberikan kesehatan dan rezeki untuk selalu #menebarkebaikan. Jazzakumullah khaitran katsiran. Shukriya. Sampai jumpa di #MaparinTuangeun 8 bulan depan ya 👌 Barangsiapa memudahkan orang lain yang sedang kesulitan niscaya Allah akan memudahkan baginya di dunia dan di akhirat (HR Muslim) ...

Read More